Kamis, 05 Februari 2009

Sriwijaya Tunggu Satu Pemain Asing

Sriwijaya FC akan menjamu Arema Malang, di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu, 8 Februari 2009. Tak hanya untuk mengejar poin, duel berlabel Liga Super Indonensia (LSI) 2008/2009 itu akan menjadi seleksi terakhir pemain asing yang akan tampil di Liga Champions Asia (LCA).

Di LCA 2009, setiap kontestan diperbolehkan menurunkan empat pemain asing. Namun, bila tidak memiliki pemain asing yang berasal dari Asia, tim hanya boleh diperkuat oleh tiga pemain asing saja.



Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengatakan telah mengantongi dua nama yang akan memperkuat timnya saat menghadapi tim asal Korea Selatan, FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang, 14 Maret 2009. Mereka adalah Zah Rahan Krangar (Liberia) dan Keith Kayamba (St Kitts-Nevis).

"Saya tinggal mencari satu pemain lagi untuk tampil di LCA. Saat ini sudah ada dua pemain yang pasti memperkuat SFC di LCA. Selebihnya akan saya tentukan usai berhadapan dengan Arema Malang," kata Rahmad.

Pendaftaran pemain untuk LCA berakhir 11 Februari 2009. Karena itu, mantan pelatih Persikota Tangerang, Persipura Jayapura, dan Persija Jakarta itu masih punya waktu untuk melakukan seleksi terhadap tiga pemain asingnya yang tersisa.

Pada putaran kedua LSI 2008/2009, Sriwijaya FC memiliki lima pemain asing. Selain Zah Rahan dan Keith Kayamba, masih ada Anoure Obiora, Claude Parafait Ngon A Djam, dan Jacques Joel Tsimi.

"Kami akan cari satu lagi yang sesuai dengan kebutuhan tim," beber Rahmad.

Sriwijaya FC lolos ke babak utama LCA 2009 setelah menjadi jawara Liga Indonesia musim lalu. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu berada di Grup F bersama Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan Shandong Luneng (China). [edwan ruriansyah, marco tampubolon/vivanews]
Selengkapnya...

Penyerang Sriwijaya FC Belum Tenang

Sriwijaya FC gagal memetik poin penuh saat ditahan PSIS Semarang 2-2 di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu, 4 Februari 2009. Itu kerugian besar karena Sriwijaya bertindak sebagai tuan rumah.

Menurut Pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan, selain dewi fortuna yang belum memihak, lini depan masih bermasalah. Penyerang Laskar Wong Kito masih belum tenang dalam memaksimalkan peluang yang tercipta.


"Kami punya puluhan peluang saat bertemu PSIS. Namun, hanya dua yang berubah menjadi gol. Enam peluang lainnya hanya mampu membentur tiang gawang," kata Rahmad saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 5 Februari 2009.

Menurut Rahmad, skema permainan yang dibangun anak asuhnya sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Bahkan, masuknya striker anyar Budi Sudarsono membuat serangan tim kebanggaan warga Sumatera Selatan itu lebih bervariasi.

"Serangan yang kami lancarkan lebih atraktif. Tidak lagi hanya mengandalkan serangan dari sektor sayap. Masuknya Budi membuat serangan labih bervariasi. Tapi, memang ada kelemahan sedikit saat bola berada di kotak penalti," kata Rahmad.

SFC sebenarnya memiliki sederet penyerang berkualitas. Sebut saja gelandang serang Zah Rahan Krangar dan Anoure Obiora yang mencetak gol dalam laga terakhir Sriwijaya itu. Zah Rahan sampai saat ini sudah mengoleksi sembilan gol sedangkan Anoure Obiora baru lima gol, salah satunya lewat tendangan penalti.

Selain itu, masih ada striker subur Keith Kayamba dengan koleksi delapan gol. Striker anyar Budi Sudarsono mengoleksi empat gol.

Dalam dua pertandiangan terakhir, Rahmad menilai peluang yang diciptakan oleh pemain-pemainnya cukup banyak. Namun, saat berada di kotak penalti lawan, barisan penyerang SFC masih belum tenang, bahkan terkesan terburu-buru.

Kondisi ini rencananya akan menjadi fokus Rahmad sebelum berhadapan dengan Arema Malang, Minggu, 8 Februari 2009.

"Butuh kedewasaan untuk bisa mengeksekusi bola dengan tenang. Pemain harus punya ritme saat berada di kotak penalti. Ini yang akan coba saya benahi dalam waktu yang ada sekarang," kata Rahmad.

Selain membenahi lini depan, mantan pelatih Persikota Tangerang, Persipura Jayapura dan Persija Jakarta itu juga menyoroti lini belakang timnya. Menurut Rahmad, para pemain PSIS terlalu gampang masuk ke daerah pertahanan timnya.

"PSIS tidak banyak melakukan serangan. Kalau pun ada hanya lewat serangan balik saja. Tapi, lemahnya barisan pertahanan kami membuat serangan balik mereka berjalan cukup efektif," tutup Rahmad. [edwan Ruriansyah, marco Tampubolon/vivanews]
Selengkapnya...

Logo dan Jersey Baru SFC Dari Cah Jogja

Musim Depan Mulai Digunakan

PALEMBANG – PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) akhirnya mengumumkan karya terbaik lomba cipta logo dan jersey Sriwijaya FC. Bukan Wong Kito Palembang yang keluar sebagai pemenang, tapi justru Cah Jogja bernama Agung Rudianto. Logo dan jersey karyanya, menjadi yang terbaik dari 77 peserta yang ikut.
“Ada dua pemenang yang menurut tim independen memenuhi kriteria. Yakni Agung dan Suryadi Hadi. Untuk Agung, dia terbaik kategori dua-duanya (logo dan jersey, red), sedangkan Suryadi hanya jersey,” ungkap Dirut PT SOM, Dodi Reza Alex, saat pengumuman pemenang di Sekretariat SFC, kemarin.


Karya Agung, ketika dipresentasikan ketua tim independen, Adwi, memenuhi lima syarat utama. Khusus logo sesuai dengan kaidah desain (bentuk, irama, balance, proporsional, unik, simple, eye catching, komunikatif), originalitas (tidak meniru), bisa diaplikasikan dalam bentuk sederhana, memiliki falsafah untuk visi dan misi SFC serta kemasannya menarik. Sedangkan jersey selain unik berwarna merah maroon, striping dan bentuknya sangat sporty. Ditambah lagi lokal konten (motif songket) yang sangat memikat.
Sementara untuk Suryadi, jersey karyanya bisa dikombinasikan dengan jersey ciptaan Agung. “Sehingga dia juga terpilih menjadi pemenang,” kata Dodi. Putra sulung gubernur Alex Noerdin ini menjelaskan, dua karya yang diterima, akan dipoles lagi dengan tambahan dari pihak independen. Setelah itu, secepatnya akan diterapkan pada squad Laskar Wong Kito-julukan SFC.
“Untuk logo, jika sudah selesai, dengan artian sudah mengandung kriteria dan unsur seperti filosofi dan akan segera digunakan. Bila perlu pertandingan perdana di Liga Champions Asia (LCA) sudah bisa kita pakai. Paling lambat musim depan. Nah, kalau jersey dipastikan baru akan diterapkan musim depan,” tutur pria yang juga menjabat ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Sumsel.
Sebagai pemenang, Agung, menerima hadiah berupa cash money Rp2 juta plus tiket gratis nonton laga home VVIP SFC hingga akhir musim ini. Sedangkan Suryadi menerima uang tunai Rp1 juta, dan 3 tiket gratis nonton laga home VVIP SFC. “Mudah-mudahan logo dan jersey baru ini menjadi spirit baru bagi SFC untuk lebih sukses kedepan,” pungkas Caleg DPR RI dari partai Golkar. (mg14)

Selengkapnya...

18 Pemain LCA Segera Diumumkan

PALEMBANG – Debut Sriwijaya FC di Liga Champion Asia (LCA) masih satu bulan lagi. Namun siapa pemain yang bakal merumput di ajang bergengsi antar klub Asia itu akan ditentukan hari ini. Rencana, Laskar Wong Kito-julukan SFC berkekuatan 29 personil, yang terdiri dari 18 pemain dan 11 offisial.

“Deadline pendaftaran tanggal 11 Februari. Jadi paling lambat besok (hari ini, red) komposisi tim kita sudah harus terbentuk,” ujar Direktur Teknis Hendri Zainuddin, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.


Untuk 11 offisial tidak menjadi persoalan. Yang menjadi tanda tanya, tentu 18 pemain yang akan didaftarkan. Terutama kuota 3 legiun asing dari 5 pemain yang ada, antara Zah Rahan, Anoure Obiora, Ngon A Djam, Nsimi Jasques dan Keith Kayamba Gumbs.

“Kelima pemain memiliki kans yang sama besar. Karena selalu memberikan kontribusi maksimal ketika diturunkan. Tinggal keputusan Pak Rahmad (pelatih) yang menentukan,” tutur pria berkacamata yang juga menjabat wakil manager.

Hendri mengatakan, mengenai penentuan pemain, manajemen dalam hal ini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) tidak ikut campur. Semua diserahkan sepenuhnya kepada sang arsitek Rahmad Darmawan. “Siapapun yang bakal turun lawan Seoul FC nanti itulah yang terbaik. Yang terpenting dukungan dari semua pihak, agar SFC sukses diajang internasional,” tukasnya.

Ketika dikonfirmasi, usai melawan PSIS Semarang, tadi malam, Rahmad Darmawan mengatakan, ke-18 pemain sudah ditentukan. Namun pelatih terbaik musim lalu belum bisa mengumumkan. “Kita lihat aja nanti ya mas. Yang pasti tidak akan jauh berbeda dengan yang diturunkan dibeberapa pertandingan SFC. Karena setiap pemain yang saya turunkan, itulah komposisi tim yang terbaik,” ungkapnya.

Baik Zah Rahan, Anoure Obiora, Ngon A Djam, Nsimi Jasques dan Keith Kayamba Gumbs menyatakan siap jika dipercaya. “Semua keputusan ada pada coach. Saya siap jika dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi tim ini,” pungkas Ngon A Djam. (mg14)
Selengkapnya...

Rabu, 04 Februari 2009

Sriwijaya FC v PSIS Teruskan Hegemoni

Konsistensi Sriwijaya FC (SFC) untuk mengukir kemenangan wajib dipertahankan. Malam nanti Charis Yulianto dkk kembali ditantang musuhnya, PSIS Semarang.

Kemenangan awal SFC pada laga pertama melawan Pelita Jaya beberapa waktu lalu menjadi asupan motivasi para punggawa SFC. Sebab, kemenangan itu yang membuat Laskar Wong Kito –julukan SFC– terus menambah daftar belum terkalahkan pada enam pertandingan terakhir dan bentrok malam nanti juga haram untuk kalah.


Menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring, nanti malam, SFC tetap berusaha memperpanjang daftar tidak terkalahkan di enam laga terakhir. Berdasarkan prediksi Zah Rahan dkk lebih unggul kekuatan dibandingkan Mahesa Jenar, julukan PSIS.

Selain bermain di kandang sendiri, keunggulan utama SFC adalah perbedaan materi pemain. Hanya, secara head to head dari tujuh kali pertemuan kedua tim, prestasi SFC masih kalah. Dari tujuh pertemuan, SFC baru sekali mengecap kemenangan, sedangkan PSIS sudah dua kali menang dan sisanya berakhir imbang.

Ini membuktikan bahwa langkah SFC mendapatkan angka tiga malam nanti tidak semudah yang diprediksi. Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengatakan cukup mengenal cara Bambang Nurdiansyah mengelola permainan.’’ Mas Bambang mempunyai pola kepelatihan yang baik.

Dia selalu membuat suatu organisasi antara menyerang dan bertahan yang ideal. Ini sudah dibuktikannya saat mengarsiteki Arema dan Timnas U-21, tapi kami juga sudah siap dan harus mengantisipasi mereka,” katanya. Hanya, satu hal yang patut diwaspadai Rahmad, yakni motivasi yang ada dari anak-anak Semarang.

Sebab, hasrat PSIS untuk menghindari zona degradasi sangat tinggi. ’’Hasil positif sudah ditunjukkan PSIS saat menahan imbang PSMS beberapa pekan lalu. Jadi, untuk mengantisipasi pola permainan baru mereka, saya sudah menginstruksikan pemain untuk mewaspadai kebangkitan PSIS,” tandasnya.

Sementara itu, Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah berjanji akan mempersulit permainan SFC, apalagi sampai mereka dikalahkan tuan rumah. ’’PSIS sekarang bukanlah PSIS seperti yang dulu. Secara materi memang kami kalah jauh, tapi sekali lagi ini permainan tim, kami coba mempersulit atau membikin sulit SFC besok (malam ini),” ucap Bambang, seusai memimpin anak asuhnya menjajal lapangan stadion pagi kemarin.

Bambang juga mencatat ada tiga pemain SFC yang harus mendapatkan perhatian khusus saat pertandingan berjalan nanti, seperti Zah Rahan, Ngon A Djam, Kayamba. Sebab, menurut dia, tiga pemain tersebut selalu bisa menerjemahkan skema apa pun yang diterapkan pelatih. [sidratul muntaha/sindo]
Selengkapnya...

Selasa, 03 Februari 2009

Hari ini, Pemenang Logo dan Jersey Diumumkan

Dirut Bagikan Souvenir Lawan PSIS

PALEMBANG – Sempat mengalami dua kali penundaan, akhirnya pemenang lomba cipta logo dan jersey Sriwijaya FC akan segera diumumkan. Rencananya, hari ini (4/2), PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) mengumumkan siapa peserta yang paling kreatif dari 50 karya yang diterima.
“Ya, besok (hari ini, red) akan diumumkan. Mohon maaf kepada para peserta karena dua kali tertunda. Pemenang akan diumumkan langsung oleh Dirut di sekretariat SFC,” ungkap direktur teknis PT SOM, Hendri Zainuddin, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Sang juara, kata Hendri, dipilih berdasarkan penilaian tim independen dari ibukota yang bertindak sebagai juri. Sehingga, tidak ada unsur keberpihakan. “Yang terpilih, akan mendapatkan cash money Rp2 juta. Plus tiket gratis nonton laga home SFC selama setengah musim,” tutur pria yang juga menjabat asisten manager SFC.

Sedikit gambaran, logo yang bakal terpilih, lanjutnya, setidaknya memiliki dua unsur. Yakni penggabungan antara modern dan kedaerahan. Sedangkan jersey, yang modis dan menggambarkan semangat juang Laskar Wong Kito-julukan SFC. “Semua berpeluang. Kita tunggu saja pengumuman dari hasil penilaian tim independen,” ujar caleg DPRD Banyuasin dari PKS.
Sementara, bagi para suporter yang mendukung langsung perjuangan Charis Yulianto dkk melawan PSIS Semarang di Gelora Sriwijaya Jakabaring malam ini, juga bakal mendapat hadiah. Dirut PT SOM, Dodi Reza Alex, akan memberikan souvenir berupa gantungan kunci bergambar Laskar Wong Kito secara cuma-cuma kepada 10 ribu penonton pertama.
“Souvenir ini sebagai salah satu bentuk dukungan Dirut kepada SFC dan suporter. Agar semakin cinta dan terus mendukung perjuangan SFC dilapangan. Jadi ayo ramai-ramai kita dukung langsung SFC. Karena siapa cepat dia yang akan dapat,” pungkas Hendri. (mg14)

Selengkapnya...

SFC Dapatkan Motivasi Tambahan


Permasalahan finansial sepertinya tidak lagi dialami Sriwijaya FC. Sebagai bukti, kemarin, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) merealisasikan bonus sebesar Rp50 juta untuk Charis Yulianto dkk, atas kemenangan lawan Pelita Jaya (31/1). Dana segar ini bakal menjadi suntikan motivasi sebelum menghadapi PSIS Semarang, besok malam.

“Sesuai dengan janji, setiap kemenangan pasti kami berikan bonus. Itu kami tepati hari ini (kemarin, red), dan kami harap bonus ini membuat tim kita semangat melawan PSIS nanti,” ujar Roliansyah Basnan, Direktur Keuangan PT SOM, kemarin.

Suntikan motivasi memang sangat diperlukan Laskar Wong Kito. Pasalnya, tantangan yang dihadapi kedepan semakin berat. Bukan hanya Indonesia Super Liga (ISL) dan Copa Indonesia, tapi juga Liga Champions Asia (LCA). Dan tidak bisa dipungkiri, selain dukungan para suporter, dana segar menjadi salah satu pelecut motivasi pesepakbola dibelahan dunia manapun.



“Bonus hanya untuk kemenangan. Kalau imbang apalagi kalah tidak kami berikan. Makanya, pemain harus selalu memberi kemenangan jika ingin terus mendapat bonus,” seloroh caleg DPR RI dari partai Golkar.

Jika dikalkulasikan, tim asuhan Rahmad Darmawan bakal mendapatkan bonus Rp850 juta khusus putaran kedua ISL. “Itu kalau seluruh partai diputaran kedua ini berhasil disapu bersih,” timpal Direktur Teknis, Hendri Zainuddin.

Sebelumnya, pada putaran pertama lalu, manajemen PT SOM sudah menggelontorkan bonus Rp500 juta kepada Zah Rahan dkk atas 10 kali kemenangan yang diraih. “Untuk Copa Indonesia dan LCA juga pasti ada. Yang jelas pemain mesti berjuang keras dulu jika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih,” tukas

Selengkapnya...

Menguji Kapasitas Tridente

Lessy Berpeluang Turun

PALEMBANG - Duel Sriwijaya FC melawan PSIS Semarang di Gelora Sriwijaya Jakabaring, malam ini, boleh jadi sebagai ujian kapasitas tridente Ngon A Djam-Keith Kayamba Gumbs-Budi Sudarsono. Pasalnya, ketiga striker haus gol ini berpeluang diturunkan bersama menjadi starter. Sinyal hijau diberikan pelatih Rahmad Darmawan, saat menggelar sesi latihan, kemarin.“Saya sudah terapkan sistem permainan kepada anak-anak untuk mengatasi PSIS besok (hari ini, red). Mengenai skema, bisa 4-4-2 bisa juga 4-3-3 dengan tiga penyerang sekaligus,” ujar Rahmad, usai latihan.Masih menjadi tanda tanya. Namun jika ketiganya diturunkan bersama lawan PSIS, mampukah tiga pemain mencetak gol? Bukan tidak mungkin Laskar Wong Kito-julukan SFC bakal berpesta gol. Karena ketiganya merupakan penyerang yang haus gol, dan efektif memanfaatkan peluang.


“Semuanya tergantung kebutuhan tim, dan kita lihat saja besok,” kata suami Dinda Etty. Pelatih yang sukses menyandingkan gelar double winner musim lalu ini, memiliki banyak pilihan pemain sesuai pola yang diinginkan. Bukan hanya tridente Ngon-Kayamba-Budi dengan Eki dan Korinus sebagai pelapis dilini depan, tapi juga di barisan tengah.Di pos gelandang, Zah Rahan menjadi pilihan utama. Pemain asal Liberia, bisa ditemani Wijay, Tony Sucipto ataupun Alamsyah Nasution yang mempunyai kualitas seimbang. Begitu juga di barisan winger. Obiora Richard, Benben Berlian, Oktavianus menjadi jaminan. Sama halnya disektor belakang. Duet Charis-Nsimi Jasques atau Ambrizal maupun Syafruddin sama kelasnya sebagai tembok pertahanan didepan kiper Ferry Rotinsulu. Pun begitu dengan Worabay, Slamet, Isnan Ali dan Nasuha dibarisan wing bek.
“Banyak pemain jelas menguntungkan. Saya jadi banyak pilihan untuk meramu tim ini,” tutur Rahmad. Itu belum termasuk bek anyar Mauli Lessy yang juga berpeluang diturunkan. Pemain asal Ambon, yang musim lalu berkutat dengan cedera itu, tinggal menunggu surat izin dari Badan Liga Indonesia (BLI).
“Kalau surat keluar, tentu dia juga berpeluang untuk main. Mudah-mudahan besok pagi (hari ini, red) surat izin Lessy keluar. Sehingga Pak Rahmad semakin banyak pilihan pemain berkualitas untuk menerapkan pola permainan,” kata direktur teknis PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. (mg14)
Selengkapnya...

16 Besar Masih Pakai Tiga Pemain Asing


Tim-tim asal Liga Super Indonesia (LSI) belum bisa memaksimalkan pemain-pemain asingnya di babak 16 besar Copa Indonesia yang akan bergulir tak lama lagi. Pasalnya, Badan Liga Indonesia (BLI) masih membatasi penggunaan jasa pemain impor. 

Menurut Direktur Bidang Kompetisi BLI, Joko Driyono, untuk babak 16 besar, tiap tim hanya diperbolehkan menggunakan tiga pemain asing. Regulasi ini sama dengan babak-babak sebelumnya. 

"Tim tim baru bebas menggunakan seluruh pemain asing yang dimiliki di babak delapan besar. Kalau untuk 16 besar, masih sama dengan babak-babak sebelumnya," kata Joko saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 3 Februari 2009. 

Saat ini sudah ada 15 tim yang lolos ke babak 16 besar. Satu tempat lagi akan diperebutkan oleh Persitara Jakarta Utara dan PSIS Semarang. Keduanya akan bertemu pada leg kedua babak 24 besar di Stadion Tugu, Jakarta Utara, 8 Februari 2009. 

Dari 15 tim yang memastikan tempat di babak 16 besar, empat diantaranya merupakan semifinalis musim lalu, yakni Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Pelita Jaya Jawa Barat, dan Sriwijaya FC. Sedangkan tim-tim lainnya terdiri atas 10 tim LSI 2008/2009 dan enam tim asal Divisi Urama. 

Joko menambahkan, pada babak 16 besar nanti, tak ada lagi tim-tim yang berstatus unggulan. Seluruh tim akan diundi pada 10 Februari 2009 untuk mendapatkan calon lawan masing-masing. "Jadi mungkin saja semifinalis musim lalu langsung bertemu," kata Joko.

Daftar Tim yang lolos ke Babak 16 Besar Copa Indonesia 2008/2009:

LSI 2008/2009 : Sriwijaya FC Palembang, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, Pelita Jaya Jabar, Deltras Sidoarjo, Persib Bandung, PSMS Medan, Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, PSIS Semarang/Persitara Jakarta Utara

Divisi Utama : Persibo Bojonegoro, Persebaya Surabaya, Persiba Bantul, Persih Tembilahan, Persikabo Bogor, Persema Malang
[marco tampubolon/vivanews]

Selengkapnya...

Senin, 02 Februari 2009

Seoul FC Waspadai 6 Pemain SFC

Seoul FC sukses mengintip langsung kekuatan Sriwijaya FC (SFC). Klub Korea Selatan itu sudah mencatat enam pemain kunci SFC yang patut diperhitungkan.

Selesai sudah tugas para mata-mata Seoul FC memetakan kekuatan SFC yang menjadi lawan mereka pada leg pertama Liga Champions Asia (LCA), 10 Maret mendatang. Para utusan klub Negeri Ginseng itu mengintip klub jawara Indonesia ini saat menjamu Pelita Jaya, Sabtu (31/1). Tidak tanggung-tanggung, utusan Seoul FC yang datang ke Palembang bukan dari jajaran ofisial, melainkan langsung Asisten Pelatih Young Jin-lee dan Direktur Klub Michael W Kong.

Bahkan, mereka pun tidak malu-malu merekam langsung permainan Zah Rahan dkk dengan handycam yang telah mereka siapkan. Padahal, keberadaan mereka di tribune VVIP persis di sebelah jajaran direksi PT Sriwijaya Optimis Mandiri dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Kabarnya, Asisten Pelatih Jin-lee sedikit terkejut dengan gaya permainan Zah Rahan dkk.

Menurutnya, SFC mempunyai karakter yang tidak jauh berbeda dari tim-tim yang ada di Korea Selatan. ”Mereka (SFC) bermain cukup cepat dan keras. Dukungan dari suporter bisa lebih memotivasi penampilan mereka,” ujarnya kepada Sindo. Asisten Pelatih Seoul FC ini tidak hanya merekam permainan Laskar Wong Kito, julukan SFC. Dia juga memberi catatan khusus kepada enam pemainSFC.

Nama-namayang mendapatkan perhatian khusus dari kubu Seoul ini adalah empat pemain asing SFC, yakni Zah Rahan, Obiora, Ngon A Djam, dan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs. Sementara dua pemain lain adalah M Nasuha dan Toni Sucipto. ”Pergerakan pemain nomor 7 (Nasuha) membuat kami terkesan selama 60 menit dan itu harus kami waspadai.

Kemudian pemain bernomor 6 (Toni Sucipto), yang stabil di posisinya dan cukup menyulitkan lawan,” ucapnya saat mengomentari pemain-pemain lokal SFC. Setelah melihat seluruh taktik dan permainan SFC, Jin-lee mengisyaratkan pasukannya tampil hati-hati saat main di Palembang nanti.

”Target yang cukup bagi kami saat main di sini (Palembang) mungkin sebuah hasil imbang. Karena, dengan melihat permainan SFC, mungkin kami akan lebih banyak berbuat pertahanan ketat,” sambungnya.

Selain memperhatikan seluruh pemain dan gaya permainan SFC, utusan Seoul ini juga sebelumnya telah memeriksa semua fasilitas yang terdapat dalam Stadion Gelora Sriwijaya (SGS). Menurut Direktur klub Seoul FC W Kong, kondisi Stadion SGS sudah melebihi apa yang mereka harapkan.

”Tidak ada masalah sama sekali dengan stadion dan sarana lainnya. Kami juga sudah cukup gembira berada di Palembang,” tambahnya. Beruntung, pada saat utusan dari Seoul ini merekam satu per satu pemain SFC, Pelatih SFC Rahmad Darmawan masih menyimpan beberapa amunisi utamanya.

Sebut saja Charis Yulianto yang baru dimainkan pada menit ke-80 dan Budi Sudarsono yang mengawali debutnya bersama SFC pada menit ke-71. Sementara Isnan Ali memang tidak dipasang karena terkena akumulasi kartu. Apalagi, khusus pada pertandingan LCA kontra Seoul FC nanti, Rahmad pernah mengatakan akan memainkan strategi yang berbeda. [sidratul muntaha/sindo]
Selengkapnya...

Gol Tunggal Ngon Kalahkan The Young Guns


Jakabaring - Gemuruh kembali melanda Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, bagaimana tidak, laskar sriwijaya kembali kepada track mempertahankan gelarnya itu setelah berhasil menaklukan Pelita Jaya dengan skor 1-0.

Tampil dihadapan pendukungnya sendiri Zah Rahan dkk tampil offensive sejak menit-menit awal dan hasilnya laskar wong kito ini mencetak gol lebih dulu di menit 8 lewat umpan matang yang di lesakkan Obiora dari sektor kiri Pelita Jaya. Dengan mudah Ngon yang telah mengoleksi 10 gol menyundul dan menceploskan gol ke gawang Pelita Jaya yang di jaga Dian Agus.

Meski tampil di kandang lawan Erol dkk tampil maksimal dan kerap meyulitkan pertahanan Sriwijaya FC. meski dibabak pertama anak asuhan cekmad tidak menurunkan Charis Yulianto sejak menit pertama tidak berdampak buruk bagi pertahanan SFC, celah yang di tinggalkan charis dapat ditutupi oleh Tsimi dengan baik dan itu membuat duet C.lopez dan Gendut Doni tidak bisa berbuat banyak untuk mencetak gol ke gawang SFC.

Sriwijaya FC sendiri sebenarnya tampil tidak seperti biasanya, sebab pemain pelita lebih sering mengendalikan permainan ketimbang Sriwijaya FC. Meski bermain minus Firman Utina yang masih kelelahan setelah bermain menghadapi Australia rabu kemarin lini tengah pelita berhasil mengendalikan serangan, namun berkat marking yang tepat di terapkan quartet SFC berhasil mematikan pergerakan C.Lopez. Meski Pelita bermain ngotot the young guns ini tidak berhasil mencetak gol ke gawang SFC yang di kawal Ferry R.S. Babak pertama pun bekesudahan 1-0.

Memasuki babak kedua kedua tim silih berganti melakukan serangan, namun peluang yang di ciptakan kedua kesebelasan belum juga menghasilkan mencetak gol. Untuk meningkatkan serangan pelita, sang arsitek memasukkan jendral lapangan tengah Firman Utina, namun usaha untuk menjebol gawang SFC yang di lancarkan Firman utina selalu kandas di kaki-kaki para defender SFC, tak kalah dengan Pelita jaya Rahmad Darmawan pun memasukkan pemain pengganti, Wijay, Charis dan Budi masuk mengantikan Warobay, Benben berlian dan Obiora.

Masuknya Budi Sudarsono langsung mengebrak pertahanan Pelita, hampir saja Budi berhasil mencetak gol perdananya namun sayang tendangan nya berhasil di tepis penjaga gawang.peluang SFC berikutnya hadir dari sepakkan keras Zarahan, namun ian yang bermain bagus berhasil menepisnya. Selama pertandingan berjalan kedua kesebelasan gagal menciptakan gol dan pertandingan tetap berkesudahan 1-0.

"Saya sangat senang dengan hasil ini, dengan kemenangan malam ini semoga dapat membangkitkan semangat anak asuhan saya untuk pertandingan selanjutnya", tegas Rahmad darmawan usai pertandingan. (yanto-cybersms)

Selengkapnya...

Mauli Lessy Resmi Bergabung Di Sriwijaya FC


PALEMBANG-Muhammad Mauli Lessy resmi menjadi pemain Sriwijaya FC. Libero kelahiran Ambon, 7 Agustus 1975 diikat setengah musim. Terhitung Kamis kemarin (29/1) hingga akhir Juli mendatang. Tidak dijelaskan berapa banderol untuk mengikat eks pemain Persipura Jayapura yang juga memperkuat Timnas Indonesia.

Namun, direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Dodi Reza Alex, tidak membantah kalau hampir sama dengan banderol Budi Sudarsono. Budi sendiri dibanderol Rp 250 juta per setengah musim.Di SFC, dia akan mengenakan jersey 23.

“Kami selalu memberi support apa yang terbaik buat tim ini. Saya percaya, Pak Rahmad Darmawan (pelatih SFC, red), lebih tahu tentang kebutuhan tim,” ungkap Dodi Reza Alex di Griya Agung. Rahmad sendiri makin percaya diri. Dirinya sangat berterima kasih dengan jajaran PT SOM, yang langsung meresfon keinginannya. “Tidak sampai lima menit saya mengatakan butuh Lessy, langsung diresfon positif. Kami makin optimis dengan kekuatan sekarang ini,” ungkap Rahmad.

Sayang, Lessy belum bisa tampil lawan Pelita Jaya. Sebab, SFC sendiri masih mengurus pendaftaran Lessy ke Badan Liga Indonesia (BLI). “Fokus saya, Lessy akan banyak saya pakai untuk away. Tapi, bukan berarti Dia tidak akan tampil di partai home. Lihat kondisi lapanganlah nantinya,” pungkas pelatih asal Metro, Lampung. Nah, Gaji beres. Pemain bintang didapatkan. Kini, SFC punya cara lain memuluskan misi pertahankan double winners. (Sumber Kutipan : Sumatera Ekspres)

Selengkapnya...